Dispendik Mojokerto Larang Siswa Masuk Sekolah, dan Siapkan Sanksi Bagi Pelanggar

Baca juga

Kantor Dan Kontak Pemerintah Kabupaten Mojokerto

Kabupaten Mojokerto adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kabupaten yang secara resmi didirikan pada tanggal 9 Mei...

Pasar Hewan Pandan Kini Buka Pada Pasaran Legi dan Pon

Mojokerto - Pengelola pasar hewan pandan yang terletak di desa pandanarum, kecamatan pacet, mojokerto resmi menambahkan jadwal buka baru...

5 Wisata Alam Mojokerto Yang Sedang Naik Daun

Mojokerto merupakan salah satu Kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Sama seperti daerah lainnya, daerah ini juga...
Tim Redaksi
Mengulas berbagai informasi seputar bisnis, finansial dan teknologi.

Mojokerto – Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto melarang semua sekolah jenjang TK, SD dan SMP negeri maupun swasta menggelar kegiatan tatap muka di sekolah. Para kepala sekolah akan dijatuhi hukuman apabila meminta siswa datang ke sekolah untuk mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS).

Dilansir dari detik.com Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto Zainul Arifin mengatakan, larangan MPLS secara tarap muka di sekolah sudah dia umumkan melalui surat nomor 421/1084/416-101/2020 tanggal 10 Juli 2020. Surat yang dia buat ini tentang Pelaksanaan Pembelajaraan Tahun Ajaran 2020/2021.

Dalam surat tersebut, Zainul menyampaikan tahun ajaran baru akan dimulai hari ini. Menurut dia, kegiatan belajar mengajar (KBM) maupun MPLS bagi siswa baru digelar secara daring atau luar jaringan (luring). Salah satu contoh teknik luring yaitu guru datang ke rumah siswa.

“Jadwal kehadiran peserta didik baru secara bertahap, sehari dua rombel (rombongan belajar atau kelas) untuk jenjang SMP dan hanya dalam hal pengambilan buku paket, untuk materi PLS (pengenalan lingkungan sekolah) dilaksanakan secara daring atau luring,”.

Siswa SMPN Diminta Masuk Sekolah Saat Mojokerto Masih Zona Merah
Surat yang dilayangkan Zainul tersebut rupanya tidak dipatuhi para kepala sekolah. Terbukti pada hari pertama tahun ajaran baru, banyak sekolah negeri jenjang SD sampai SMP yang nekat menggelar MPLS sekaligus membagikan buku pelajaran dengan mendatangkan siswa ke sekolah.

Bahkan mereka menggelar MPLS secara bergelombang mulai hari ini sampai Rabu (15/7). Selama MPLS, para siswa baru diberi materi dan diajak keliling untuk mengenal lingkungan sekolah. Padahal, sampai hari ini Kabupaten Mojokerto masih menjadi zona merah COVID-19. Penyebaran virus Corona di Bumi Majapahit masih mengkhawatirkan.

“Hari ini saya tekankan kembali melalui ketua MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) agar semua satuan pendidikan membaca dan mencermati surat Dinas Pendidikan tertanggal 10 juli 2020 bahwa kegiatan MPLS dilakukan melalui daring,” terangnya.

Zainul pun mewanti-wanti para sekolah agar tidak melanjutkan MPLS dengan tatap muka di sekolah. Pihaknya akan memberi hukuman tegas bagi kepala sekolah yang masih mendatangkan siswa untuk pengenalan lingkungan sekolah.

“Jika masih ada yang MPLS tidak daring dan tidak memperhatikan surat kami, maka akan kami beri sanksi. Mulai dari teguran sampai dengan catatan untuk periodesasi kepala sekolah,” tegasnya.

Sementara semua madrasah di bawah naungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto menggelar matsama (MPLS) secara daring. Pembagian buku pelajaran bakal dilakukan setiap madrasah dengan mengundang para orang tua siswa.

“Kami sudah mengedarkan surat kemarin, intinya pembelajaran secara daring atau luring. Luring itu bisa home visit, tidak boleh bertatap muka di madrasah. Matsama juga secara daring. Tidak ada mengundang siswa ke sekolah,” tandas Kepala Seksi Madrasah Kantor Kemenag Kabupaten Mojokerto Zainut Tamam.

KBM maupun MPLS tahun ajaran 2020/2021 sudah sepatutnya digelar secara online karena Kabupaten Mojokerto masih menjadi zona merah COVID-19. Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Mojokerto Ardi Sepdianto menuturkan, penyebaran virus Corona di wilayahnya masih sangat mengkhawatirkan.

Kemarin saja, pasien positif COVID-19 bertambah 33 orang. Sehingga totalnya menjadi 295 pasien positif Corona. Dari jumlah itu, 135 pasien sembuh, 15 meninggal dunia.

“Sampai saat ini Kabupaten Mojokerto masih zona merah. Melihat data kemarin saja bertambah 33 pasien terkonfirmasi, penyebarannya masih mengkhawatirkan,” ungkapnya.

Sumber: Dispendik Mojokerto Larang Siswa Masuk Sekolah, Ini Sanksi Bagi Pelanggar

Pos Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terbaru

Kantor Dan Kontak Pemerintah Kabupaten Mojokerto

Kabupaten Mojokerto adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kabupaten yang secara resmi didirikan pada tanggal 9 Mei...

Pasar Hewan Pandan Kini Buka Pada Pasaran Legi dan Pon

Mojokerto - Pengelola pasar hewan pandan yang terletak di desa pandanarum, kecamatan pacet, mojokerto resmi menambahkan jadwal buka baru dipasar hewan pandan.Tempat penjualan hewan...

5 Wisata Alam Mojokerto Yang Sedang Naik Daun

Mojokerto merupakan salah satu Kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Sama seperti daerah lainnya, daerah ini juga menawarkan berbagai tujuan wisata yang...

Dispendik Mojokerto Larang Siswa Masuk Sekolah, dan Siapkan Sanksi Bagi Pelanggar

Mojokerto - Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto melarang semua sekolah jenjang TK, SD dan SMP negeri maupun swasta menggelar kegiatan tatap muka di...

AJI Surabaya Rilis Data Pekerja Media Terinfeksi COVID-19, Tiga Meninggal Dunia

Warnabiru.com - Menurut Aliansi Jurnalis Indoneisa (AJI) Surabaya, lebih dari 50 pekerja media di Surabaya, Jawa Timur, telah dites positif COVID-19. Data menunjukkan tiga...

Pilihan Editor